Curhat Kepada Guru

Curhat Kepada Guru

images.jpg

Ini adalah pengalamanku sekitar setengah bulan yang lalu ketika belum melaksanakan UTS semester genap. Ketika itu semua guru di mata pelajaran apapun memberikan PR yang begitu banyak untuk kami karena mereka tidak mau kalau nilai kami sama seperti nilai UAS semester satu yang sangat hancur berantakan. Pada hari Senin aku diberikan PR oleh bu Enny(guru IPS)beliau memberi kami PR yang harus dikumpulkan besoknya. Setelah dirumah aku santai-santai saja kukira masih banyak waktu untuk mengerjakan tugas-tugas, akhirnya malam pun tiba, setelah maghrib aku langsung menata jadwal dan mengerjakan tugas matematika terlebih dahulu dan sebenarnya tugas matematika itu sudah diberi waktu selama satu minggu karena aku malas dan sering meremehkan waktu akhirnya aku mengerjakannya ketika waktunya sudah mepet. Isya’ sudah menjelang aku pun segera sholat dan setelah sholat aku merasa ngantuk sekali sampai-sampai mataku merah. Akupun tidur waktu mengerjakan tugas IPS. Tidak terasa sudah jam 4 pagi, aku lalu menunaikan sholat subuh dan langsung tidur lagi, sebenarnya waktu itu aku berniat mengerjakan PR tapi aku berpikir bahwa aku bisa menyontek teman-teman yang sudah selesai di sekolah. Pagi pun tiba, aku bangun terlambat yaitu pukul 05.30 dan akhirnya aku tergesa-gesa berangkat sekolah, tapi akhirnya akupun tidak terlambat masuk sekolah. Sesampai dikelas aku langsung mengeluarkan buku dan meminjam buku salah satu temanku dan aku menulis tanpa memperhatikan pertanyaan karena waktunya sudah mepet, aku hanya melihat jawaban milik temanku dan langsung menyalinnya ke buku-ku. Ketika waktu IPS bu Enny tiba-tiba memberikan ulangan mendadak. “Yang sudah mengerjakan PR dengan baik pasti bisa mengerjakan ulangannya karena soal ulangan sama dengan soal di tugas” kata bu Enny. Akupun langsung kaget dan sangat menyesal, lalu ketika mengerjakan tugas aku bingung dan tidak bisa sama sekali (sebenarnya tidak). Aku melihat teman-temanku mengerjakannya dengan lancar dan tak ada hambatan sama sekali. Setelah semua selesai kita semua langsung mengoreksinya bersama-sama. Stelah selesai mengoreksi aku sangat menyesal karena nilaiku yang paling jelek (sebenarnya tidak hanya saja kurang bagus) aku kalah dengan teman-temanku yang lain karena mereka semua mengerjakan PR-nya dengan baik.Akupun langsung manjadikan pengalaman tersebut menjadi pelajaran buatku dan “lain kali aku tak akan mengulu-ulur waktu walaupun hanya sedikit.Kesimpulan dari pengalaman tersebut yang pertama adalah kita tidak boleh mengulur-ulur waktu untuk mengerjakan tugas-tugas walaupun tugas itu hanya sedikit. Yang kedua adalah kita tidak boleh menyontek tugas teman yang sudah selesai.

Pengalaman ku yang kedua adalah waktu aku masih dikelas reguler (7A). Pada hari minggu saat orang tuaku tidak ada dirumah aku tidak melaksanakan sholat sama sekali karena tidak ada yang memarahi. Sholat Subuhku lewat karena aku bangun tidur pukul 07.00, sholat Dzuhur lewat karena aku terlalu asyik menonton TV, sholat Ashar lewat karena aku bermain PS sampai Maghrib, sholat Isya’ lewat karena sudah ngantuk dan acara TV nya sedang bagus.

Akhirnya pada hari itu aku tidak sholat sama-sekali. Besoknya pada waktu ulangan Matematika, sebenarnya soalnya mudah, tapi karena aku tidak teliti atau keberuntugan ku di ambil oleh Allah swt, nilaiku jelek dan dibawah SKM dan akhirnya aku remidi. Di lain waktu (tidak begitu tau hari apa) aku melaksanakan sholat lima waktu dan melaksanakan sholat sunah seperi sholat rowatib, Duha’, dan tahajud. Aku juga amal di majid sebanyak 3000 (biasanya hanya 500 atau tidak sama sekali). Ketika keesokan harinya ada ulangan Fisika. Soal-soalnya lebih sulit dari soal-soal yang biasanya, tapi entah kenapa aku bisa mengerjakannya dengan baik dan tak ada hambatan, aku melihat teman-temanku terlihat kebingungan. Setelah dikumpulkan dan di koreksi bersama ternyata nilai ku paling bagus sekelas dengan 95 dan aku bangga sekali dengan nilai yang dapat kuraih itu. Dari pengalaman diatas Allah sudah menunjukkan kekuasaannya sebagai tuhan semesta alam dan kita pun tak bisa terlepas olehnya.Kesimpulannya yaitu yang pertama kita tidak boleh melupakan Allah swt walaupun kita sudah pintar, kaya, sukses, bahagia, sedih, miskin, dan sengsara karena Allah-lah yang menentukan nasib dan takdir kita. Yang kedua yaitu bila kita selalu sholat dan mengingat Allah maka kita akan diberi kemudahan untuk melewati suatu cobaan atau rintangan dalam hidup.

http://budeng.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan